Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jadi Tersangka KPK Lagi, Setya Novanto Dilarikan ke Klinik Langganan, Netizen: Kambuh Lagi Ya Papa?

Jadi Tersangka KPK Lagi, Setya Novanto Dilarikan ke Klinik Langganan, Netizen: Kambuh Lagi Ya Papa?
Istimewa.
Sabtu, 11 November 2017 12:41 WIB
JAKARTA - Hilir mudik mobil-mobil mewah terlihat di kediaman Ketua DPR Setya Novanto di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017) malam.

Di antara mobil mewah itu, keluar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan Bendahara Umum Partai Golkar Robert J Kardinal.

Keduanya enggan berbicara banyak saat masuk ke dalam rumah berlantai tiga yang berada di sudut jalan itu. Mobil yang membawa kedua petinggi partai itu terparkir di depan rumah.

Orang dekat Setya Novanto, seperti dikutip GoNews.co dari Tribun mengatakan, bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu dilarikan ke klinik langganan di dekat kediamannya. Sedangkan di dalam rumah hanya ada petinggi dan keluarga Novanto.

"Bapak di klinik. Di dalam rumah cuma ibu saja," jelasnya di depan kediaman Novanto, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Katanya, penyakit lama Setya Novanto kembali kambuh. Saat ditanya detail soal penyakit itu, dia enggan mengatakan lebih lanjut. Ketiadaan Novanto di dalam rumah juga dikatakan oleh seorang pekerja di rumah tersebut.

Dia mengatakan, Novanto hanya terlihat saat Salat Jumat. Sedangkan pada malam harinya, Novanto tidak lagi terlihat.

"Salat Jumat sih tadi di sini memang, tapi habis itu keluar. Enggak tahu lagi, mobilnya juga enggak kelihatan," ucapnya berbisik.

Sejumlah wartawan kemudian mengecek klinik yang dimaksud. Seorang satpam mengatakan Novanto belum terlihat. Biasanya, kata dia, ada kendaraan pengawal yang berada di depan klinik.

"Belum kelihatan sih hari ini. Biasanya memang ke sini," cetusnya, tergesa-gesa.

Terakhir kali, kata si satpam, Novanto dan istri terlihat menyambangi klinik tersebut pada Kamis (9/11/2017) sore, dengan satu mobil pengawal di depan gedung.

Menurutnya, Novanto dan beberapa pejabat lainnya, selalu melakukan pengecekan penyakit dalam kepada seorang dokter yang terkenal di dalam klinik.

"Kemarin sore baru ke sini. Kalau datang, juga tidak lama. Dia cuma cek penyakit dalam saja, habis itu pulang," jelasnya.

Novanto terakhir kali terlihat saat acara Kosgoro. Di sana, Novanto sempat menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo soal Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap pimpinan KPK atas laporan kuasa hukumnya. ?

Menurut Novanto, Presiden Joko Widodo tidak meminta kasus SPDP terhadap Agus Rahardjo dan Saut Situmorang tersebut dihentikan, melainkan diusut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

?"Kalau enggak salah bukan begitu (dihentikan). Jadi beliau (Presiden) minta masalah huku?m diserahkan kepada mekanisme hukum, gitu ya," ucap Novanto.

Usai mengunjungi kediaman Novanto, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, pria kelahiran Bandung itu akan tetap menjadi pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Alasannya, kata dia, dari berbagai rapat yang diadakan partai, menghasilkan putusan bahwa Novanto akan tetap menjadi ketua umum partai hingga masa jabatannya habis.

"Kan sudah banyak rapat. Di sana ditentukan Pak Novanto akan tetap menjadi ketua umum sampai akhir masa jabatan," paparnya.

Hal itu, kata Idrus, juga sudah disepakati oleh petinggi-petinggi Golkar yang melakukan pertemuan Jumat malam di kediaman Novanto.

Idrus menjabarkan, saat ini Partai Golkar tengah fokus dalam pemenangan pilkada 2018 di 171 daerah. Dengan ditetapkannya Novanto sebagai tersangka, Golkar akan tetap fokus di pemenangan dengan menghormati proses hukum yang berjalan.

"Kami ini masih akan fokus dulu di pilkada. Untuk proses hukum, kami menghormati," cetus Idrus. 

Mendengar Setya Novanto kembali masuk klinik, Netizen pun berkomentar. "Wah papa kambuh lagi," ujar akun Sulistiyo.

"Hahaha kambuh lagi ya papa?.. asek," ujar akun lainnya di sosial media. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribun dan wartakota
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Cendekia, Parlemen
wwwwww