Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
19 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah
Warta Istana

Tiga Tahun Jokowi-JK, Menko Luhut: Ekonomi Kita Bisa Tumbuh 6,1 Persen

Tiga Tahun Jokowi-JK, Menko Luhut: Ekonomi Kita Bisa Tumbuh 6,1 Persen
Luhut Binsar Panjaitan. (istimewa)
Rabu, 18 Oktober 2017 20:19 WIB
JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 ini bisa mencapai 5,2 persen.

Hal ini menurutnya ditopang oleh program prioritas yang telah mulai jalan dengan baik, antara lain, infrastruktur jalan, trans Papua, bandara, tol laut, dan lain-lain.

Sektor maritim sudah jalan dengan baik, tambah Luhut. Tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, bisa memangkas biaya logistik Indonesia yang dikenal sangat tinggi. "Banyak hal sudah kita jalankan, penyelesaian pembangunan bandara, pelabuhan, destinasi wisata, dan lain-lain," katanya.

"Sebenarnya, kita bisa saja tumbuh 6,1 persen itu kalau kita hanya memperhatikan pembangunan Jawa Sentris. Tapi, Presiden Joko Widodo memilih untuk menjalankan Program Indonesia Sentris, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, pembangunan di daerah pinggiran," tegas Luhut dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Gedung Bina Graha, Kantor Kepala Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Acara dalam rangka Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bertajuk "Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut" dihadiri juga oleh Kepala KSP Teten Masduki, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Diskusi hasil kerjasama Kementerian Kominfo dan KSP ini dipandu Juru Bicara Presiden, Johan Budi. Terkait dengan potensi ekonomi, Menko Luhut berulangkali, menjelaskan potensinya yang besar.

Masalahnya adalah bangsa ini mengolahnya dengan benar. "Jangan melulu konflik internal, masalah kita di depan besar dan itu yang harus kita selesaikan agar ekonomi tumbuh dan masyarakat sejahtera. Kita harus bertarung dengan dunia luar untuk meyakinkan investor, naruh duit di sini,” jelas Luhut.

Indonesia, lanjut Luhut, punya potensi besar dan memiliki tingkat pertumbuhan tinggi. Terlebih setelah di 2014, Presiden Joko Widodo ambil keputusan untuk mengelola sektor maritim secara lebih serius. Ini akan memberikan dampak pertumbuhan lebih baik lagi.

"Pembentukan Menko Kemaritiman terlambat. Kenapa? Seharusnya ini dari dulu, sehingga bisa mengekspoitasi potensi yang ada, untuk kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Beberapa daerah bahkan memiliki tingkat pertumbuhan melebihi pertumbuhan nasional. Contohnya adalah Sulawesi Tengah bisa tumbuh 9,88 persen. "Ini karena ada Morowali, terkait tambang nikel yang tumbuh bagus. Harganya lagi tinggi," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww