Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

'Meniti Jejak' dan 'Huhh Hahh Hihh' Karya Sherlilab akan Pentas di Kota

Meniti Jejak dan Huhh Hahh Hihh Karya Sherlilab akan Pentas di Kota
Jum'at, 25 Agustus 2017 15:25 WIB
PADANGPANJANG - Sherlilab (Sherli Novalinda Dance Laboratory), sebuah komunitas seni yang berada di kota Padangpanjang - Sumatera Barat akan menyelenggarakan pentas tour di beberapa kota di Indonesia. Dua nomor pertunjukan tari kontemporer yang berjudul ''Meniti Jejak'' dan  ''Huhh Hahh Hihh'' siap dipergelarkan di Medan, Bandung, dan Padang pada September 2017.

Sherli Novalinda merupakan seorang koreografer yang telah malang melintang dalam dunia tari di Indonesia semenjak 2003 dan hingga kini telah menghasilkan berbagai karya yang telah dipentaskan di tingkat nasional hingga internasional, salah satu karyanya pada bulan Desember tahun ini juga akan mewakili Indonesia dalam festival bergengsi Europalia yang akan berlangsung pada Oktober 2017 hingga Januari 2018 di Eropa.

Sherli merupakan dosen prodi tari di Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Tahun ini ia dan kelompoknya adalah penerima hibah seni kelola dalam kategori pentas keliling.

Karya ''Meniti Jejak'' dan ''Huhh Hahh Hihh'' adalah bagaimana sang koreografer Sherli Novalinda menyajikan dua gaya, metode dan pendekatan penciptaan yang berbeda di dalam satu waktu pementasan.

Karya pertama adalah sebuah pertunjukan tari tunggal dan karya kedua adalah kolaborasi Sherli dengan seorang sutradara teater (Saaduddin). Meniti Jejak adalah sebuah riset Sherli yang dilakukan atas dirinya sendiri, sejarah dan pengalaman tubuhnya yang mewarisi budaya Kerinci namun menjalani proses kreatifnya di tengah budaya Minangkabau yang kemudian ditransformasikan kepada tubuh yang lain yang berbeda latar budaya dan gender.

Karya Huhh Hahh Hihh adalah sebuah teater tari kontemporer yang merefleksikan kehidupan manusia yang telah dikepung oleh zat-zat aditif dan zat kimia lainnya yang terdapat pada hampir semua zat makanan yang kita konsumsi sehari-hari yang juga berpengaruh terhadap fisiologis dan psikologis masyarakat hari ini. Bahwa ketahanan bangsa ini sedang diuji dan dihadapkan pada persoalan yang kronis, teror pada apa yang kita makan dan minum.

Dua karya tersebut telah ditampilkan pula pada beberapa event seni seperti; World Dance Day –Solo (2016), Dies Natalis di ISI Padang Panjang (2-16), Kaba Festival-Padang (2016), Senrepita Sal Murgiyanto - Yogyakarta (2017), Pendhapa Art Space -Yogyakarta (2017), Festival Seni Pertunjukan Pekan Nan Tumpah –Padang (2017) dan di Europalia Art Festival 2017 di Bozar-Belgia pada Bulan Desember 2017.

Para penari dan aktor yang turut terlibat dalam produksi tersebut yakni; Kurniadi Ilham, Schersalova Hanabasael, Delvi Gustia Nasution, Dewi Fitrina Yendri, Novita Subliyanti, Jeje Yuhardi, Ahmad Ridwan Fajri, Erik Koguci, Frandi Yutra, Nurul Abadi. Sutradara Saaduddin, Manager Produksi Suci Intan Maulia, Komposisi Musik Putra Rido Ilahi, Penata Cahaya Enrico Alamo.

Sherli menjelaskan di dalam karya ini ia sedang melakukan sebuah riset terhadap dirinya sendiri, sejarah dan pengalaman tubuhnya dimana Sherli yang mewarisi budaya Kerinci namun kemudian melakukan proses kreatif di Minangkabau. Eksperimen ini menghasilkan konsep ketubuhan cross-culture dan cross-gender karena Sherli kemudian mentransformasikan pengalaman tubuhnya kepada penari laki-laki yang berbeda latar budaya dengan Sherli.

Karya ini merupakan trilogi pertama dari sebuah project trilogy tari yang sedang digarapnya. Menggunakan scenography yang multi tafsir serta memberi batas terhadap ruang dan energi yang disajikan, karya ini menuntut interpretasi yang melampaui batas tafsir secara harafiah.

Sedangkan pada pertunjukan Huhh Hahh Hihh, tubuh para penari dapat difungsikan juga sebagai tubuh yang berbicara dalam konteks sebagai aktor, bunyi, ekspresi, dialog verbal dan non verbal menjadi medium untuk mempresentasikan kehadiran berbagai zat aditif sintetis dan zat kimia lainnya yang telah terpapar di kehidupan masyarakat hari ini.

''Pertunjukan ini tidak akan pernah selesai, ia akan terus dipentaskan hingga panggung tidak bisa menerima kehadiran karya ini lagi,'' begitu ujar nya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kabar Bertuah, Hukum, Sukajadi, Binawidya
wwwwww