Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Air Mata Bercucuran, Laga Final Lawan Malaysia Sepak Takraw Putri Pilih WO Karena Dicurangi Wasit

Air Mata Bercucuran, Laga Final Lawan Malaysia Sepak Takraw Putri Pilih WO Karena Dicurangi Wasit
Menpora Imam Nahrawi berusaha menghibur atlet Takraw yang bercucuran air mata. (GoNews.co/Azhari)
Minggu, 20 Agustus 2017 21:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Timnas sepak takraw Indonesia putri memutuskan Walk Out (WO) akibat dicurangi wasit saat menghadapi tim tuan rumah Malaysia pada laga SEA Games 2017 di Indoor Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Minggu (20/8/2017). Padahal, tim sepak takraw Indonesia sudah unggul 16-10 pada set kedua.

Wasit asal Singapura Muhammad Radi dinilai tak sportif dalam memimpin laga. Banyak servis yang dilakukan pemain Indonesia selalu digagalkan. "Ketika anak-anak kita mau servis, dibatalin. Sedikit-sedikit lagi dibatalin.

Sedangkan dia (Malaysia) tekong pertama kaki terangkat, tidak dibatalin. Wasit tidak beres dalam memimpin laga," kata Asisten pelatih timnas sepak takraw putri, Abdul Gani.

Menurut dia, pertandingan berjalan tidak sportif. Ditengarai, wasit Muhammad Radi sudah dibeli pihak tuan rumah untuk memenangkan Malaysia.

"Ini sudah diatur, tidak beres mainnya. Saya sebagai pelatih sangat tahu masalah-masalah seperti ini. Sudah ada indikasi melakukan kecurangan untuk memenangkan Malaysia," ungkapnya.

Para pemain seperti Lena, Leni dan Dini Mitasari tak kuat menahan isak tangis ketika tim pelatih memutuskan WO dari laga.

Bahkan, Menpora Imam Nahrawi yang ikut menyaksikan pertandingan sampai menenangkan pemain agar tetap semangat.

Cak Imam juga mengakui wasit berat sebelah dalam memimpin laga. "Kecurangan yang luar biasa. Fairplay tidak dijunjung. Sangat jahat kalau kemenangan diraih dengan curang. Tetap semangat karena masih banyak hal yang perlu dibela. Olahraga itu kuncinya sportif, jujur dan adil," kata Imam Nahrawi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww