Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
24 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
24 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
5
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
6
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ini 24 Jalur Alternatif bagi Pemudik Guna Hindari Kemacetan di Banyumas

Ini 24 Jalur Alternatif bagi Pemudik Guna Hindari Kemacetan di Banyumas
Merdeka.com
Kamis, 22 Juni 2017 09:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dua puluh empat ruas jalur alternatif bisa dimanfaatkan pemudik dari Jakarta maupun Bandung yang akan melewati Kabupaten Banyumas. Jalur alternatif ini telah dilengkapi 300 rambu penunjuk arah untuk mempermudah pemudik ketika jalur utama padat.

Beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan di antaranya, jalur Pekuncen-Cilongok, Lumbir-Ajibarang, Lesmana-Jatilawang, Somagede-Kemranjen, Legok-Cilongok, dan Notog-Cilongok.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas, Hermawan mengatakan, jalur-jalur alternatif tersebut dalam kondisi jalan yang bagus. Beberapa titik juga telah dibangun rest area yang didirikan oleh organisasi masyarakat.

Hermawan mencontohkan, pemudik dari arah Bandung bisa menghindari kemacetan yang kerap terjadi di perempatan Wangon dengan melewati jalur alternatif Lumbir-Dermaji yang tembus ke Wangon.

"Rambu sudah kami siapkan dua arah. Kondisi jalan alternatif baik," katanya melalui sambungan telepon pada Merdeka.com, Rabu (21/7/2017).

Di Banyumas sendiri, memasuki H-4 lebaran, arus mudik dilaporkan mulai ramai di jalur Pekuncen-Ajibarang.

Sebagian kendaraan pemudik yang keluar dari jalur Brebes mulai masuk ke Banyumas melewati Pekuncen-Ajibarang, kemudian berpencar ke jalur Purwokerto maupun Wangon.

Kebanyakan pengguna jalan sampai Rabu (21/7) malam, masih didominasi pengendara sepeda motor.

"Berdasarkan pengamatan kami di 4 titik, Pekuncen, Wangon, Sokaraja dan Sumpiuh lonjakan arus lalu lintas sudah naik 30 persen," imbuh Hermawan.

Dishub Banyumas sendiri memprediksi, puncak arus mudik di Banyumas dimungkinkan pada Jum'at (23/6) sampai Sabtu (24/6). Untuk antisipasi kemacetan, Dishub telah mengatur ulang timer traffic light di sepanjang jalur mudik utama di wilayah Banyumas.

Durasi lampu hijau untuk kendaraan dari arah barat (Jakarta) menuju arah timur dibuat lebih lama dari biasanya. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kelancaran arus mudik serta mengurai kepadatan volume kendaraan dari arah barat.

"Traffic light di jalur mudik mulai Ajibarang, Wangon, Rawalo dan Sumpiuh kami ubah agar nyala hijaunya lebih lama untuk kendaraan dari arah barat," tutupnya. ***

Sumber:merdeka.com
Kategori:Warga Bertuah, Kabar Bertuah, GoNews Group
wwwwww