Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
22 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
22 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Banjir Mulai Surut, Daerah Pangkalan Sumbar Masih Terisolir Hingga Pagi Ini Akibat Longsor yang Menutup Jalan, Berikut Info Terbarunya

Banjir Mulai Surut, Daerah Pangkalan Sumbar Masih Terisolir Hingga Pagi Ini Akibat Longsor yang Menutup Jalan, Berikut Info Terbarunya
salah satu jalan putus yang menghalangi upaya bantuan dari Riau menuju Pangkalan Koto Baru, Sumbar (Sumber Foto: KA BPBD Kampar)
Sabtu, 04 Maret 2017 07:47 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Banjir besar yang melanda wilayah Pangkalan Koto Baru Provinsi Sumatera Barat hari ini Sabtu (4/3/2017), dilaporkan sudah surut. Namun daerah ini masih terisolir akibat akses jalan yang putus.

Kapolsek Pangkalan, Iptu Abdul Kadir Jailani yang dihubungi GoRiau.com (GoNews Grup), Sabtu pagi tadi mengatakan, air yang menggenangi wilayahnya sudah surut saat ini, di mana sebelumnya mencapai ketinggian tiga meter lebih.

"Kalau kemarin sampai tiga meter lebih, pagi ini sudah surut, air sudah kering. Cuma jalan yang belum bisa diakses karena di beberapa titik masih longsor," sebut Iptu Abdul Kadir Jailani yang Polseknya turut terendam banjir setinggi atap, kemarin.

Titik yang mengalami longsor ini salah satunya antara lain wilayah Koto Alam dan Tanjung Balit. Itu membuat regu darat, baik itu dari Sumatera Barat maupun Riau, tidak bisa masuk atau mengaksesnya.

Sebab itu, warga korban bencana di Pangkalan sampai pagi ini masih terisolir alias belum mendapat bantuan. "Jadi bantuan belum bisa masuk, baik itu dari Sumbar maupun Kampar (Riau)," sambungnya.

Dirinya juga belum bisa memastikan berapa jumlah korban jiwa dalam musibah ini. "Korban jiwa belum bisa pastikan, kita lihat kemarin ada delapan mobil masuk jurang dan belum dapat dievakuasi sampai sekarang," tutupnya.

Diwawancara terpisah, Kepala BPBD Kampar, Provinsi Riau Santoso mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal untuk mengirim bantuan ke daerah Pangkalan hari ini. Sebab regunya menghadapi kesulitan lantaran ruas jalan putus.

"Belum bisa masuk ke Pangkalan, tapi tim SAR Pekanbaru pagi ini akan coba dibantu anggota Koramil XIII KK melalui sungai di tepi jalan yang putus tersebut," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Grup) Sabtu pagi.

Bahkan kata Santoso, salah satu jalan ambles tergerus air, hingga menyebabkan akses terputus sepanjang 15 meter. ***

wwwwww