Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
24 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
24 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
5
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
6
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  Balai Kota

DPRD-Pemkot Masih Tarik Ulur Soal Penggabungan Dipenda dan BPKA

DPRD-Pemkot Masih Tarik Ulur Soal Penggabungan Dipenda dan BPKA
Maidestal Hari Mahesa (kiri), Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kota Padang
Jum'at, 16 September 2016 19:33 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Tarik ulur kepentingan masih terjadi antara DPRD Padang dengan Pemkot terkait penggabungan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA). Bahkan, mayoritas Fraksi di DPRD Padang menyetujui penggabungan Dipenda dan BPKA kendati pembahasannya dilakukan setelah keluarnya evaluasi gubernur.

"Arahnya mayoritas fraksi menyetujui digabungnya Dipenda dan BPKA. Persetujuan penggabungan tersebut didasari efektivitas dan efesien anggaran. Ini juga menyangkut pencapaian target dari Dipenda yang menurun dibandingkan sebelumnya," kata Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD dari Fraksi PPP, Jumat (16/9/2016) di gedung DPRD Padang.

Informasi yang diperoleh, saat ini tidak tertutup kemungkinan Pemkot Padang melakukan lobi-lobi politik agar Dipenda dan BPKA tetap terpisah. Lobi-lobi tersebut diakui Maidestal sedang dilakukan Pemkot terhadap pimpinan.

"Sewaktu-waktu bisa saja digabung dan bisa juga tetap terpisah. Itu tergantung lobi dari Pemkot," tegas Mahesa. Secara pribadi, sebut Mahesa, dirinya setuju Dipenda dan BPKA digabung dengan dua alasan efisiensi dan produktif.

Informasi yang didapatkankan, lanjut Mahesa, ada bocoran bahwa Pemkot mendapat informasi dalam pandangan Fraksi dalam rapat pansus tersebut sepakat agar Dipenda dan BPKA digabung kembali. “Ketika itu mungkin akuan dari Pemkot masuk ke Pimpinan . Ahirnya masuk angin dan jadwal yang diagendakan sebelumnya berobah,” terang Mahesa.

Aprianto anggota Fraksi Perjuangan Bangsa, juga setuju jika  Dipenda dan BPKA digabung kembali  agar SKPD tersebut lebih efesien sesuai dengan PP no 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah. “ Biaya operasional dan pendapatan harus menjadi pertimbangan. Kalau kita lihat dibandingkan dengan sebelum Dipenda dan BPKA di pisah, pengunaan anggaran jauh lebih efesien dan maksimal,” kata Aprianto.

Terpisah, Ketua Fraksi Garindra. Elly Thrisyanti mengaku belum bisa memberikan komentar terkait pandangan Frasksi tentang recana penyatuan kembali Dipenda dan BPKA yang sempat menjadi pembahasan yang serius di DPRD Padang.

"Saat ini kita masih menunggu hasil evaluasi Gubernur. Kalau hasilnya sudah keluar baru kita bahas lagi di tingkat fraksi. Untuk saat ini saya belum bisa memberikan komentar,” pungkas Elly.(agb)

wwwwww