Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Tunggu Hasil Autopsi, Wako Ramlan Siap Pidanakan Oknum Petugas TMSBK Bukittinggi yang Terbukti Menganiaya Satwa Dilindungi

Tunggu Hasil Autopsi, Wako Ramlan Siap Pidanakan Oknum Petugas TMSBK Bukittinggi yang Terbukti Menganiaya Satwa Dilindungi
Dua anak Harimau Sumatera saat baru lahir di TMSBK Bukittinggi pada Bulan Februari 2016 silam.
Sabtu, 16 Juli 2016 17:44 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGi - Jika terbukti melakukan tindakan kekerasan terkait matinya harimau koleksi Taman Marga Satwa Kinantan (TMSBK),  kami siap untuk mempidanakan oknum petugas TMSBK) Bukittinggi, ungkap Walikota Ramlan Nurmatias, Sabtu 16 Juli 2016.

“Kami masih menunggu hasil autopsi. Namun, jika nanti terindikasi adanya unsur kekerasan yang dilakukan oknum petugas TMSBK yang mengakibatkan harimau itu mati, saya langsung yang akan melaporkannya ke polisi,” tegas Ramlan Nurmatias.

Menurut Ramlan, dari laporan sementara yang diterimanya, kematian harimau di TMSBK Bukittinggi diakibatkan kelainan genetika yang diidap harimau semenjak beberapa bulan yang lalu.

Namun Walikota sangat menyayangkan kejadian ini, dan berjanji akan terus memonitor perkembangan hasil autopsi yang dilakukan pihak terkait nantinya.

“Nanti, kalau semua hasilnya telah saya dapatkan, saya akan buka semuanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” janji Ramlan.

Seperti diberitakan GoSumbar sebelumnya, dua harimau koleksi TMSBK mati dalam rentang waktu yang berdekatan. Sebelum kematian 2 anak harimau Sumatera ini (Panthera Tigris) , 2 ekor anak Harimau Dahan juga mati di TMSBK Bukittinggi. (**)

wwwwww