Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Setya Novanto Pimpin Golkar, Akankah Nasib KMP Tetap Solid?

Setya Novanto Pimpin Golkar, Akankah Nasib KMP Tetap Solid?
Tifatul Sembiring. (istimewa)
Selasa, 17 Mei 2016 11:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan Munaslub di Bali. Banyak isu yang beredar jika Setya Novanto akan membawa partai berlambang pohon beringin itu ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan keluar dari oposisi pemerintah di KMP.

Menanggapi hal itu, Politisi PKS Tifatul Sembiring kepada Legislatif.co (GoNews Group) menjelaskan, mendukung atau tetap menjadi oposisi itu haknya Golkar.

"Pertama saya mengucapkan selamat atas terpilihnya pak Setya Novanto, kedua masalah koalisi, dari awal koalisi di KMP itu hanya solid saat Pilpres saja. Dan kalau Golkar resmi keluar dari oposisi itu harus dihormati," ungkapnya, Selasa (17/05/2016) di DPR/MPR Senayan Jakarta.

Masih menurut Tifatul, mendukung atau menjadi oposisi Pemerintah Presiden Jokowi, murni hak Golkar, dan PKS tidak bisa turut campur dalam hal itu.

"Intinya konflik di internal Golkar sudah selesai, kedua kubu yang berseteru sepakat damai dan menggelar Munaslub. Jadi menurut hemat saya, saat ini yang terpenting adalah Golkar sudah menyatu itu saja," pungkasnya. ***

wwwwww