Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
23 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
23 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
4
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dilema PKS di Pilkada DKI, Antara Yusril atau Adyaksa Dault

Dilema PKS di Pilkada DKI, Antara Yusril atau Adyaksa Dault
Politis PKS, Hidayat Nur Wahid. (GoNews Group/daniel)
Selasa, 10 Mei 2016 16:14 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Partai Keadilan Sejahtera (PKS), saat ini belum juga menentukan siapa yang bakal jadi jagoanya di Pilkada DKI 2017 mendatang.

Kegalauan dan dilema PKS saat ini juga diakui Politisi PKS yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Ditemui di Komplek DPR/MPR Senayan Jakarta, HNW mengakui hal tersebut.

"Setau saya PKS saat ini masih terus menggodok dan memproses siapa calon yang benar-benar akan didukung, sampai saat ini masih belum ada keputusan final, lagian kan masih lama, jadi ya sabar saja," ungkap HNW, Selasa (10/05/2016) siang.

Menurutnya, ada beberapa nama yang berkeinginan untuk didukung PKS. "Ada banyak ya, seperti pak Yusril, Sandiaga, Dedy, dan juga pak Adyaksa Dault, beberapa komukasi politik terus jalan dan sekali lagi masih dalam proses," tukasnya.

Bahkan saat ini pihak PKS juga mengaku saling bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan beberapa partai baik yang ada di KMP maupun KIH. "Ya seperti Gerindra, PDIP, kita jalin komunikasi, pendaftaran cagub juga belum dibuka , jadi waktu sangat cukup. Saya berkali-kali sampaikan, PKS adalah parpol jadi sudah sewajarnya dukung kader dari pilihan sendiri. Kami wajar ga akan dukung yang diajukan dari kalangan luar parpol," tegasnya.

"Kami ingin Jakarta lebih baik. Kita akan cari Gubernur DkI yang lebih baik bukan yang mengedepankan sara, kita juga ingin serapan APBD DKI bisa lebih baik lagi," pungkasnya. ***

wwwwww