Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fahri Hamzah: Saat Beredar dan Bocor, Maka Saya Anggap Ada Unsur Sengaja Seakan-akan Saya Layak Diberhentikan

Fahri Hamzah: Saat Beredar dan Bocor, Maka Saya Anggap Ada Unsur Sengaja Seakan-akan Saya Layak Diberhentikan
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya. (Legislatif.co)
Senin, 04 April 2016 12:25 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI yang merupakan kader partai PKS Fahri Hamzah, secara resmi memberikan tanggapan atas keluarnya surat pemberhentian dirinya dari PKS.

Dirinya menyebutkan, ada sebagian orang yang sengaja menyebarluaskan surat pemberhentianya ke publik. "Seakan-akan saya ini layak untuk diberhentikan. Sebelumnya saya minta maaf sejak kemarin belum bisa memberi keterangan terkait hal ini. Mengingat telah banyak provokasi terhadap saya untuk melakukan tindakan terbuka pada publik, yang akhirnya saya dianggap mengadu domba antar kader, jadi saya sangat hati-hati dalam mengambil pernyataan," ungkap Fahri, Senin (04/04/2016) di Gedung DPR RI.

Dirinya juga mengakui telah menerima surat tersebut, namun dia sangat menyangkan surat itu sudah terlanjur menyebar ke publik. "Terus terang saat ditanya kawan-kawan dan kader PKS, HP saya sampai panas, karena banyak sekali pertanyaan yang masuk. Saat itu saya juga bingung mau menjelaskan apa? Karena saya belum memegang surat itu," ceritanya.

Fahri mengakui, dirinya baru menerima surat tersebut pada Minggu malam. "Awalnya saya hanya menjawab dan memberi klarifikasi seadanya, tapi tiba-tiba sekitar pukul 20.00 WIB, datang seorang  petugas ke kediaman pribadi saya, dia bilang membawa surat dari Partai PKS, saya kecewa setelah membaca surat tersebut, karena seharusnya masalah ini bisa dibicarakan secara terbuka pada publik," tukasnya. ***

wwwwww