Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Jadi Zona Merah Tsunami. Padang Barat Undang Ahli dari ITB Sosialisasi Mitigasi Bencana

Jadi Zona Merah Tsunami. Padang Barat Undang Ahli dari ITB Sosialisasi Mitigasi Bencana
Suasana kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di Padang Barat. (Humas)
Rabu, 24 Februari 2016 05:28 WIB

PADANG - Kecamatan Padang Barat yang berada di sepanjang pantai di Kota Padang adalah salah satu wilayah di Kota Padang yang masuk zona merah, sehingga kesiapsiagaan warganya perlu dimantapkan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Pemantapan tersebut dilakukan pemerintah atau lembaga kebencanaan melalui simulasi mitigasi dan sosialisasi tentang peringatan dini.

Ahli kebencanaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Harkunti P. Rahayu, Phd menilai, kesiapsiagaan warga sepanjang garis pantai di Kota Padang masih perlu dimantapkan, meskipun upaya dari stakeholder, mulai dari lurah, camat hingga BPBD setempat sudah maksimal. "Untuk kesiapsiagaan warga harus terus ditingkatkan melalui sosialisasi dan simulasi. Juga peralatan peringatan dini tsunami perlu terus dilakukan perawatan dan diujicoba berkala," kata Harkunti ketika sosialisasi mitigasi bencana tsunami di Aula Kantor Camat Padang Barat, Selasa (23/2/2016).

Harkunti bersama tim dari ITB yang bergiat di bidang mitigasi bencana berbagi pengalaman dan ilmu tentang masyarakat yang tangguh mengahadapi ancaman bencana. Menurutnya, perlu ada kepercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah terkait tindakan yang harus dilakukan dalam mengahadapi situasi genting.

"Kita ambil contoh Jepang. Masyarakat di Jepang bisa tenang mengahadapi bencana dan menunggu pemerintah memberikan aba-aba untuk apa yang harus dilakukan," sebutnya.

Terkait sosialisasi mitigasi yang dilakukan tim dari ITB , Camat Padang Barat Arfian mengungkapkan, warga Padang Barat sangat membutuhkan lebih banyak sosialisasi mitigasi bencana agar warga memiliki pemahaman yang baik sehingga mereka tangguh meskipun bermukim di daerah yang rawan ancaman bencana gempa dan tsunami.

"Karena bermukim di kawasan yang termasuk zona rawan bencana, masyarakat Padang Barat perlu mendapatkan lebih banyak sosialisasi mitigasi agar mereka memahami tindakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana bersikap menghadapi situasi ketika ada peringatan dini bencana tsunami," kata Arfian.

Kegiatan tim penggiat mitigasi bencana asal ITB ini didampingi beberapa staf dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Padang dan difasilitasi Kecamatan Padang Barat. Peserta sosialisasi merupakan warga kecamatan Padang Barat berjumlah sekitar 50 orang.(DU)

Editor:Calva
Kategori:Kabar Bertuah, GoNews Group, Kulim
wwwwww