Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Munaslub Partai Golkar

Setya Novanto Bisa Maju Jadi Ketum Golkar, Asalkan . . .

Setya Novanto Bisa Maju Jadi Ketum Golkar, Asalkan . . .
Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto. (net)
Selasa, 23 Februari 2016 13:14 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kabar mengejutkan datang dari mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, dirinya menyatakan siap maju menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) nanti.

Namun keinginannya tersebut mendapat tanggapan beragam. Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Setya Novanto agar memperbaiki citranya sebelum maju sebagai ketua umum Partai Golkar pada musyawarah nasional luar biasa (munaslub) mendatang.

"Setya Novanto citranya menurun setelah persoalannya yang terkait dengan PT Freeport Indonesia dilaporkan, dan diproses di MKD," ungkap Hendri Satrio, Selasa (23/2/2016).

Bahkan saat ini menurut Hednri, ada sejumlah orang yang telah melaporkan Setya Novanto ke Kejaksaan Agung menyusul dugaan adanya permintaan saham pada rencana perpanjangan PT Freeport Indonesia.

Untuk itu, Hendri menyarankan, sebaiknya Novanto tidak terlalu memaksakan diri untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar."Novanto memiliki rekam jejak panjang dengan masalah hukum dan etika. Jika Novanto maju sebagai ketua umum Partai Golkar, dikhawatirkan dapat mempengaruhi citra Partai Golkar ke depan," tukas Hendri.

Munaslub sendiri tercetus pada pertemuan segi tiga antara Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono yang dimediasi Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada awal Februari lalu, dimana dalam pertemuan tersebut, disepakati akan diselenggarakan Munaslub Partai Golkar pada April atau Mei mendatang.

Pada pertemuan tersebut juga disepakati, kader Partai Golkar yang siap maju akan diseleksi lebih dulu dari bakal calon menjadi calon ketua umum jika lolos seleksi yakni meraih suara minimal 30% dari pemilik suara yakni DPP, DPD I, DPD II, Ormas, dan sayap partai.

Namun Pengamat politik lainya yakni Saleh Alkatiri kepada Legislatif.co ( GoNews Group) berpendapat beda. Menurutnya sah-sah saja sebagai kader Golkar, Setya Novanto maju menjadi Ketua Umum Golkar.

"Sah-sah saja, toh kalau dia memang menganggap mampu untuk membawa Golkar lebih baik kenapa tidak, masalah pencitraan dirinya akan datang dengan sendirinya. Dengan catatan memang serius dan bisa memegang amanah partainya," pungkas Alkatiri. ***

wwwwww