Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
20 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pekan Kesehatan Bumi Sikerai Digelar, Wagub: Ini Memontum Peningkatan IPKM di Mentawai

Pekan Kesehatan Bumi Sikerai Digelar, Wagub: Ini Memontum Peningkatan IPKM di Mentawai
Wagub Nasrul Abit didampingi Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet membuka Pekan Kesehatan Bumi Sikerei. (Humas)
Selasa, 23 Februari 2016 19:41 WIB

MUARA SIBERUT - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, sejak Senin, (22/02/2016) melakukan Pekan Kesehatan dan Pencanangan 7 Pesan Sikerei Untuk Sehatkan Nusantara di Muara Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Staf Ahli Desentralisasi Sriheni Susilowati, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, serta undangan penting lainnya.

Diawal sambutan, Bupati Kepulauan Mentawai menjelaskan Sikerei adalah salah satu dari pranata adat yang memiliki peran anatara laian sebagai ahli pengobatan oleh masyarakat dan dipercaya dapat memberikan kesembuhan berbagai penyakit dengan memberikan ramuan dan beberapa ritual pengobatan. Sosok Sikerei mempunyai kedudukan sentral dan status sosial yang tinggi di tengah-tengah masyarakat serta menjadi tokoh penting dalam pengobatan tradisional dengan cara meramu berbagai jenis tumbuhan yang tersedia dilingkungan.

“Pelaksanaan Kegiatan ini merupakan salah satu upaya menggabungkan pembangunan bidang kesehatan dengan upaya merevitalisasi budaya, dan kita berharap dengan adanya kearifan lokal ini dapat menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat agar lebih mengakar ditengah-tengah masyarakat” ujar Yudas.

Bupati Kepulauan Mentawai juga menyebutkan, dengan keadaan Geografis Kabupaten yang terdiri dari banyak pulau maka kami lebih menekankan pada pencegahan atau preventif dan mengupayakan bagaimana masyarakat lebih pedulipada kesehatnnya dan dapat menumbuh dan mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga masing-masing.

“Pemerintah sangat terbantu dengan peran para Sikerai yang sudah ada sejak 500 tahun yang lalu” sebutnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dalam sambutan menyatakan bahwa pencanangan ini menjadi momentum dalam memberikan upaya-upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagaimana tujuan pembangunan kesehatan. Dari hasil Pencapaian Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Provinsi Sumatera Barat memperoleh rangking 16 pada tahun 2007, dan pada 2013 meningkat pada rangking 9 dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Sedangkan untuk IPKM Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 2013 berada pada peringkat 19 dari seluruh Kabupaten/ Kota di Sumatera Barat, atau peringkat 427 dari seluruh Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Namun derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai terus mengalami peningkatan, walaupun saat ini statusnya masih relatif rendah, terlihat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 sebesar 0,3734 dan Riskesdas tahun 2013 sebesar 0,5283. (Humas)

wwwwww