Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

DPRD Padang Pertanyakan Dana Administrasi Peserta Tes Anggota Satpol PP

DPRD Padang Pertanyakan Dana Administrasi Peserta Tes Anggota Satpol PP
Anggota DPRD Padang Faisal Nasir (kanan)
Selasa, 23 Februari 2016 19:17 WIB
Penulis: Agib M Noerman

PADANG - Anggota DPRD Padang Faisal Nasir mempertanyakan adanya dana administrasi dalam perekrutan anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Menurut anggota Fraksi PAN tersebut, biaya tes kesehatan dan tes jasmani adalah "akal-akalan" penyelenggara untuk mendapatkan keuntungan.

"Kalau memang ada tes kesehatan kenapa penyelenggara tidak mengoptipmalkan RSUD Rasidin. Rumah sakit tersebut milik Pemkot Padang dan check-up perekrutan harusnya di sana," Faisal Nasir mempertanyakan kebijakan penyelenggara perekrutan anggota Satpol PP.

Disebutkan Faisal, engalaman saat kunker ke Surabaya dalam perekrutan Satpol PP tidak ada dipungut bayaran sepersen pun. "Bahkan disana hanya ada 500 orang anggota. Sehingga tidak perlu dilakukan perekrutan saat ini,"tegasnya.

Apalagi saat ini fungsi Satpol PP ini belumlah jelas. Karena mereka hanya fokus pada razia-razia saja, bukan menjalankan fungsi menegakkan perda.

"Seperti tempat hiburan malam, restoran dan rumah makan yang tidak berizin masih tetap berjalan. Ini kan ada yang tidak beres, jadi hendaknya optimalkan yang ada saja terlebih dahulu. Bukan malah melakukan penambahan,"pungkas ketua fraksi PAN ini.

Sementara, Kepala Dinas Satpol PP Kota Padang Firdaus Ilyas membantah bahwa biaya administarsi yang dibebankan ke peserta bukanlah untuk penyelenggara. Rangkaian tes para calon membayar sejumlah uang untuk pelaksanaan tes kesehatan dan Jasmani.

"Rp 475 ribu untuk tes kesehatan dan Rp175 ribu untuk tes jasmani. Uang itu bukanlah untuk kami, melainkan biaya yang harus dibayarkan untuk pihak rumah sakit untuk mengikuti tes," timpalnya. (agb)

wwwwww